Ruang mesin kapal, area tangki bahan bakar, dan anjungan migas lepas pantai punya satu risiko yang sama: atmosfer yang bisa meledak. Di area seperti ini, satu percikan dari motor listrik atau satu permukaan yang terlalu panas cukup untuk memicu insiden fatal. Karena itu, peralatan ATEX adalah syarat kerja, bukan tambahan. Artikel ini menjelaskan arti sertifikasi ATEX, pembagian zona bahaya, jenis peralatan yang membutuhkannya, dan cara memilihnya untuk operasi marine dan offshore.
Apa Itu Sertifikasi ATEX?
ATEX (dari bahasa Prancis Atmosphères Explosibles) adalah kerangka regulasi Uni Eropa untuk peralatan dan sistem proteksi yang dipakai di area dengan potensi atmosfer eksplosif, yaitu campuran udara dengan gas, uap, kabut, atau debu yang mudah terbakar. Peralatan bersertifikat ATEX sudah diuji agar tidak menjadi sumber penyulut, baik dari percikan, panas berlebih, maupun listrik statis.
Zona Bahaya
Area berbahaya dibagi berdasarkan seberapa sering atmosfer eksplosif muncul:
| Gas dan uap | Debu | Keterangan |
|---|---|---|
| Zone 0 | Zone 20 | Atmosfer eksplosif ada terus-menerus atau dalam waktu lama |
| Zone 1 | Zone 21 | Kemungkinan muncul saat operasi normal |
| Zone 2 | Zone 22 | Jarang muncul, dan hanya sebentar |
Rating peralatan harus sesuai zona tempat peralatan dipakai.
Kenapa ATEX Penting di Kapal dan Offshore
- Keselamatan kru dan aset. Ledakan di ruang mesin atau area tangki mengancam nyawa dan bisa merusak kapal atau instalasi secara permanen.
- Kepatuhan. Banyak badan klasifikasi kapal dan operator offshore mensyaratkan proteksi ledakan yang diakui internasional untuk peralatan di area berbahaya.
- Kontinuitas operasi. Peralatan yang tidak memenuhi standar bisa dihentikan saat inspeksi atau audit.
- Asuransi. Insiden yang melibatkan peralatan non-standar di area berbahaya bisa mempersulit klaim.
Peralatan Marine yang Umumnya Membutuhkan ATEX
- Pompa transfer bahan bakar dan bahan kimia, termasuk pompa diafragma pneumatik (AODD)
- Motor udara dan perkakas pneumatik untuk area tangki dan ruang mesin
- High pressure cleaner pneumatik untuk pembersihan di zona berbahaya
- Kipas ventilasi dan gas freeing fan untuk ruang tertutup
- Lampu, instrumen, dan panel listrik di area berbahaya
Peralatan pneumatik banyak dipilih di kapal karena tidak memakai motor listrik di titik kerja. Pompa AODD, misalnya, hanya butuh suplai udara tekan. Pembahasan lengkapnya ada di pompa diafragma AODD untuk kapal dan industri.
Cara Memilih Peralatan ATEX untuk Marine
- Cocokkan rating dengan zona. Pastikan kategori dan zona pada label peralatan sesuai klasifikasi area Anda.
- Minta dokumen sertifikasi. Sertifikat dari produsen harus bisa ditunjukkan saat audit dan inspeksi klas.
- Periksa material. Di lingkungan laut, ketahanan korosi sama pentingnya dengan proteksi ledakan.
- Pastikan suku cadang tersedia. Mengganti komponen ATEX dengan komponen biasa bisa membatalkan proteksinya.
Peralatan ATEX dari Batam hingga Jakarta
HHM Engineering Solutions memasok motor udara Hughson ATEX, pompa diafragma Hughson dengan pilihan model ATEX, high pressure cleaner pneumatik Hertz, dan peralatan marine lain. Stok ada di gudang Batam, dan kantor Jakarta (Tangerang) mengoordinasikan pengiriman untuk kapal dan fasilitas di Jakarta serta wilayah lain. Lihat katalog di marine supply Indonesia atau marine supply Jakarta.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apakah semua peralatan di kapal wajib ATEX?
Tidak. Hanya peralatan yang dipasang atau dipakai di area yang diklasifikasikan sebagai zona berbahaya, misalnya dekat tangki bahan bakar.
Apa beda ATEX dan IECEx?
ATEX adalah regulasi Uni Eropa. IECEx adalah skema sertifikasi internasional. Banyak produsen memegang keduanya agar peralatannya bisa dipakai lintas negara.
Apakah HHM bisa membantu menentukan spesifikasi ATEX?
Bisa. Kirimkan klasifikasi zona dan kebutuhan kerja Anda, dan kami rekomendasikan peralatan yang sesuai.
Konsultasi Peralatan ATEX
Kirimkan klasifikasi zona area kerja dan daftar kebutuhan Anda. Kami bantu mencocokkan peralatan dan dokumennya. Hubungi kami via WhatsApp atau email hhm@hhmpt.co.id.

