Pompa Anda berbunyi seperti ada kerikil yang berputar di dalamnya. Getaran naik, tekanan turun, dan saat dibongkar, sudu impeller penuh lubang kecil seperti dimakan rayap. Gejala ini hampir pasti kavitasi pompa. Kavitasi tidak membuat pompa berhenti mendadak, tapi pelan-pelan menghancurkan impeller, seal, dan bearing. Artikel ini menjelaskan penyebabnya, cara menghitung NPSH, dan langkah pencegahannya.
Kavitasi Adalah…
Kavitasi terjadi ketika tekanan cairan di sisi isap pompa turun di bawah tekanan uapnya. Cairan mendidih pada suhu normal dan membentuk gelembung uap di mata impeller. Saat gelembung terbawa ke area bertekanan lebih tinggi, gelembung itu pecah (implosi) dalam sepersekian detik. Ribuan implosi kecil per detik memukul permukaan logam dan mengikisnya sedikit demi sedikit.
Ciri-Ciri Pompa Mengalami Kavitasi
- Bunyi berderak seperti kerikil atau pasir di dalam casing
- Getaran pompa dan pipa meningkat
- Debit dan tekanan buang turun atau naik-turun
- Arus motor tidak stabil
- Permukaan impeller berlubang-lubang (pitting), biasanya di sisi masuk sudu
- Mechanical seal dan bearing lebih cepat rusak
Penyebab Kavitasi
- Suction lift terlalu tinggi. Pompa terlalu jauh di atas muka cairan.
- Pipa isap terlalu kecil, panjang, atau banyak belokan. Kerugian gesek menurunkan tekanan di sisi isap.
- Saringan atau foot valve tersumbat. Hambatan tambahan di sisi isap.
- Cairan terlalu panas. Tekanan uap naik seiring suhu, sehingga cairan lebih mudah mendidih.
- Pompa bekerja jauh di kanan kurva. Debit berlebih membuat kebutuhan NPSH pompa naik tajam, misalnya saat head sistem lebih rendah dari rencana.
- Katup di sisi isap setengah tertutup. Katup isap harus terbuka penuh. Atur debit dengan katup di sisi buang.
Memahami NPSH
NPSH (Net Positive Suction Head) adalah ukuran tekanan di sisi isap di atas tekanan uap cairan. Ada dua angka:
- NPSHr (required): yang dibutuhkan pompa, tercantum di kurva pabrikan.
- NPSHa (available): yang tersedia di instalasi Anda, dihitung dari kondisi lapangan.
Syaratnya: NPSHa harus lebih besar dari NPSHr, dengan margin keamanan. Banyak engineer memakai margin minimal 0,5 sampai 1 meter, dan lebih besar untuk cairan panas atau pompa kritis.
Cara Menghitung NPSHa
NPSHa = H atmosfer ± H statis isap − H gesek isap − H tekanan uap
H statis bernilai positif jika muka cairan di atas pompa (flooded suction) dan negatif jika pompa menghisap dari bawah.
Contoh: pompa air suhu 30 °C di dekat permukaan laut, menghisap dari bak 4 m di bawah pompa, dengan kerugian gesek pipa isap 1 m.
- H atmosfer di permukaan laut ≈ 10,3 m
- H statis isap = −4 m
- H gesek isap = 1 m
- Tekanan uap air 30 °C ≈ 0,43 m
NPSHa = 10,3 − 4 − 1 − 0,43 = 4,87 m. Jika kurva pompa menunjukkan NPSHr 3 m pada titik kerjanya, margin sekitar 1,9 m sudah aman. Jika NPSHr 4,5 m, pompa berisiko kavitasi dan instalasinya perlu diubah.
Cara Mencegah dan Mengatasi Kavitasi
- Turunkan posisi pompa atau naikkan muka cairan, idealnya dengan flooded suction.
- Perbesar diameter pipa isap dan kurangi belokan. Buat pipa isap sependek mungkin.
- Bersihkan saringan dan foot valve secara berkala.
- Buka penuh katup isap. Atur debit di sisi buang.
- Pastikan titik kerja pompa dekat BEP, tidak jauh di kanan kurva.
- Untuk cairan panas, rencanakan flooded suction dengan head statis yang cukup.
- Pertimbangkan pompa dengan NPSHr lebih rendah atau putaran lebih lambat.
Cara membaca angka NPSHr di kurva pompa ada di panduan membaca spesifikasi pompa. Untuk menghitung head di sisi buang, gunakan panduan menghitung head pompa. Jika impeller Anda sudah rusak parah, cek juga tanda-tanda pompa perlu diganti.
Konsultasi dan Suku Cadang dari HHM Engineering
HHM Engineering Solutions membantu mengevaluasi instalasi yang mengalami kavitasi, lalu menyediakan pompa pengganti atau suku cadang asli dari Grundfos, Kawamoto, dan merek lain. Stok ada di gudang Batam, dengan kantor Jakarta (Tangerang) untuk koordinasi Jabodetabek dan seluruh Indonesia. Lihat semua merek di distributor pompa Indonesia atau distributor pompa Jakarta.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa penyebab utama kavitasi pompa?
Tekanan di sisi isap terlalu rendah, biasanya karena suction lift terlalu tinggi, pipa isap terlalu kecil atau tersumbat, atau cairan terlalu panas.
Apakah kavitasi bisa merusak pompa?
Ya. Kavitasi mengikis impeller, mempercepat kerusakan seal dan bearing, dan menurunkan performa pompa.
Bagaimana cara tahu pompa kavitasi tanpa membongkar?
Dengarkan bunyi berderak di casing, periksa getaran, dan bandingkan tekanan isap dengan hasil perhitungan NPSHa.
Kirim Data Instalasi Anda
Kirimkan foto instalasi, data pipa isap, suhu cairan, dan tipe pompa Anda. Engineer kami akan menghitung NPSHa dan memberi rekomendasi perbaikan. Hubungi kami via WhatsApp atau email hhm@hhmpt.co.id.

